Makna Dan Konsekuensi Dua Kalimat Syahadat Dalam Islam Bagi Para Pemeluknya 0


kaligrafi syahadatOleh: Aulia Abdan Idza Shalla

Dua kalimat syahadat adalah dua kalimat yang mempunyai kedudukan paling sakral dalam agama Islam. Seluruh bangunan dan sendi satu-satunya agama yang diridhai Allah swt itu, berdiri diatas kedua kalimat tersebut.
Sebagaimana bangunan bergantung kepada kualitas pondasinya, begitu jualah keislaman seseorang bergantung kepada kualitas kedua kalimat syahadatnya. Maksudnya adalah sejauh mana kekuatan keimanannya dan komitmennya terhadap dua kalimat syahadat yang telah ia ikrarkan tersebut.
Bertolak belakang dengan keadaan dzahir dua kalimat itu, ternyata keduanya memiliki konsekuensi yang tidak main-main terhadap siapa saja yang telah mengikrarkannya.
Mengapa demikian? Apa sebenarnya makna kedua kalimat sahadat itu? Dan apa saja konsekuensi yang harus dipegang teguh oleh orang-orang yang meyakininya?
Berdasar pertanyaan-pertanyaan di ataslah tulisan ini disusun.
Semoga bermanfaat.

Makna Dua Kalimat Syahadat
Dua kalimat syahadat berbunyi:
أَشْهَدُ ألا إله الا الله و أشْهَدُ ان مُحَمدا رَسُوْل الله
Makna secara harfiyah:
Kata “أَشْهَدُ” dalam bahasa Arab adalah bentuk fi’il mudhari’ yang pada dasarnya berbentuk يَشْهَدُyang artinya adalah “Bersaksi”. Jika huruf awalnya diganti dengan huruf alif maka maknanya berubah menjadi “Saya bersaksi.”
Huruf لا adalah salah satu huruf nafi (peniadaan) yang dalam susunan ini disebut dengan Lâ nafiyah lil jinsi yang berarti meniadakan segala jenis sesuatu. Jika huruf tersebut diletakkan sebelum lafad اله yang arti sederhananya adalah “Tuhan”, maka artinya menjadi “Tidak ada Tuhan sama sekali”.
إلا dalam bahasa Arab termasuk kedalam jenis huruf Istisna’ yang berarti “Pengecualian”. Jika huruf tersebut diletakkan sebelum lafad الله maka artinya adalah “kecuali Allah.”
Dengan demikian kalimat syahadat yang pertama ini memiliki arti, “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan sama sekali kecuali Allah.”
Kalimat syahadat yang kedua mengandung susunan isim dan khabar, yaitu sebuah kalimat pemberitahuan. Namun, jika pemberitahuan tersebut berasal dari Allah swt maka itu berarti sebuah kebenaran yang pasti. Kalimat tersebut memiliki arti, “Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Sedangkan makna kalimat syahadat yang sebenarnya (istilahan) menurut Syaikh Abd al-Rahmân bin Hasan dalam kitabnya Fath al-Majîd adalah, Pembebasan (dari segala sembahan yang batil) dan pernyataan setia (kepada sembahan yang haq, yaitu : Allah).
Allah berfirman :
وجعلها كلمة باقية في عقبه لعلهم يرجعون
“Dan Nabi Ibrahim menjadikan kalimat syahadat ini kalimat yang kekal pada keturunannya, agar mereka ini kembali ( kepada jalan yang benar ).” (QS. Az Zukhruf: 28 ).
Dalam definisi yang dipaparkan oleh Syaikh Abd al-Rahmân bin Hasan di atas, terdapat dua unsur penting, yaitu: pertama, membebaskan diri dari segala sesembahan yang bathil, dan kedua, pernyataan setia kepada sesembahan yang haq, yaitu Allah swt. Kedua unsur tersebut akan dibahas dalam pembahasan selanjutnya. insyaAllah.
Konsekuensi-konsekuensi yang harus dipegang teguh oleh orang yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat.
Pertama, harus Mengimani bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak dan wajib disembah. Allah swt berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu (Muhammad), melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya’: 25)
Kedua, harus meniadakan segala sesembahan selain Allah swt.
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Artinya: “Katakanlah (Muhammad) marilah kubacakan apa yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.” (QS. Al-An’am: 151)
Ketiga, tidak mensejajarkan sesuatu pun dengan Allah swt.
فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan untuk Allah, sedangkan kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)
Keempat, meyakini bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul Allah swt. sekaligus penutup para Nabi dan Rasul tersebut.
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Artinya: “Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang diantara kamu, tetapi ia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 40).
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua.” (QS. Al-A’raf: 158).
Kelima, harus mencintai Nabi Muhammad saw melebihi orang tua, anak dan seluruh manusia.
Rasulullah saw bersabda,
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya: “Dari Anas, ia berkata, “Nabi saw bersabda, “Tidak beriman salah seorang kamu, sebelum aku (Muhammad) lebih dia cintai dari pada orang tua, anak-anak, dan manusia lain keseluruhannya.”
Keenam, harus menjadikan Rasulullah saw sebagai contoh teladan dalam segala aspek kehidupan, terutama aspek ibadah.
Allah swt berfirman,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: “Sungguh telah ada pada diri Rasululah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imran: 31).
Demikianlah makna dan konsekuensi-konsekuensi dari dua kalimat syahadat bagi siapa saja yang telah dengan sukarela mengikrarkannya dan meyakininya. Maka sudahkah kita memahami dan melaksanakan semua konsekuensi tersebut?.
Wallâhu A’lam bi al-Shawab
Kesimpulan
Kalimat Syahadat yang pertama mengandung dua unsur penting, yaitu: pertama, membebaskan diri dari segala sesembahan yang bathil, dan kedua, pernyataan setia kepada sesembahan yang haq, yaitu Allah swt.
Kalimat syahadat yang kedua bermakna penetapan bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul Allah swt.
Ada 6 poin sebagai konsekuensi dua kalimat syahadat bagi siapa saja yang telah mengikrarkannya, yaitu:
1. Mengimani bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak dan wajib disembah.
2. Meniadakan segala sesembahan selain Allah swt.
3. Tidak mensejajarkan sesuatu pun dengan Allah swt.

4. Meyakini bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul Allah swt. sekaligus penutup para Nabi dan Rasul tersebut.
5. Mencintai Nabi Muhammad saw melebihi orang tua, anak dan seluruh manusia.
6. Menjadikan Rasulullah saw sebagai contoh teladan dalam segala aspek kehidupan, terutama aspek ibadah
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Bukhari, Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah al-, Tahqiq Muhammad Zuhayr Ibnu Nasir al-nasir, al-Jâmi’ al-Musnad al-Shahîh al-Mukhtashar min Umûri Rasûlullah Shalla Allah ‘alaih wa Sallam wa Sunanihi wa Ayyâmihi, Dâr Thauq al-Najah, 1422 H
Ilyas, Yunahar, Drs., H., Lc., M.A., KULIAH AQIDAH ISLAM, Yogyakarta: LPPI UMY, 2002
Munawwir, Ahmad Warson, Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia, Surabaya: Pustaka Progressif, 1997
Syaîkh, Abd al-Rahmân bin Hasan Âlu al-, Fath al-Majîd, Tahqiq Muhammad Hâmid al-Faqy, Beirut: Dâr al-Fikr, 1992

About admin5

Admin 5 bertugas Khusus mengangani page: Artikel. mengumpulkan artikel dari sumber-sumber yang ada dan mengisinya di setiap kategori artikel yang sesuai. Up-date artikel baru dapat dilakukan misalnya seminggu sekali atau dua minghgu sekali. termasuk didalamnya page khutbah jum'at.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>